Syndicate content

Indonesia

Waste Not, Want Not : “Waste Banks” in Indonesia

Randy Salim's picture
Also available in: Bahasa Indonesia



When you’ve grown so used to tossing all manner of garbage into the trash bin, without giving a second thought to whether it is organic or non-organic waste, it’s easy to not care where your garbage ultimately ends up. But the reality is that, in Indonesia, your garbage gets mixed together with the garbage of millions of households, creating mountains of toxic waste too large to contain in municipal landfills.
 
As experts in the field would vehemently argue, solid waste management is not the sole responsibility of a municipal government, but a collective one. As populations grow and consumption patterns increase, more and more solid waste is created– and landfills can only take so much waste!
 
So what to do? The World Bank in Indonesia is currently exploring how to improve solid waste management, and scaling up ‘waste banks’ is one option.  Recently I went on mission with the Solid Waste team to see these waste banks at work.
 

Indonesia’s “continuing adjustment”

Alex Sienaert's picture


2013 has been a year of adjustment for Indonesia’s economy.  In the recent edition of the Indonesia Economic Quarterly report, the flagship publication of the World Bank Indonesia office, we asked the questions: what are the drivers of this adjustment and how should policy respond?

Di Indonesia, Mengatasi Ketidaksetaraan Pendidikan Melalui Tata Kelola yang Lebih Baik

Samer Al-Samarrai's picture
Also available in English

Sejak Panel Tingkat Tinggi PBB mengumumkan visinya untuk agenda pembangunan pasca-2015 pada bulan Mei, banyak perdebatan berpusat pada tidak adanya tujuan terkait ketidaksetaraan diantara 15 tujuan yang diusulkan dalam daftar panel. Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono mengomentari tentang tujuan ini di Jakarta bulan Juni yang lalu, menekankan bahwa prinsip “tanpa meninggalkan siapa pun” adalah inti dari visi Panel, dan masing-masing tujuan PBB berfokus untuk mengatasi ketidaksetaraan. Pada kenyataannya, tujuan pendidikan yang diusulkan termasuk komitmen ‘memastikan setiap anak, dalam kondisi apapun, menyelesaikan pendidikan dasar sehingga dapat membaca, menulis, dan berhitung dengan cukup baik untuk memenuhi standar pembelajaran minimal’.

OpenStreetMap volunteers map Typhoon Haiyan-affected areas to support Philippines relief and recovery efforts

Zuzana Stanton-Geddes's picture


Mapping impact on houses in Tacloban

In the aftermath of a disaster, lack of information about the affected areas can hamper relief and recovery efforts. Open-source mapping tools provide a much-needed low-cost high-tech opportunity to bridge this gap and provide localized information that can be freely used and further developed.

A week ago, devastating typhoon Haiyan hit the Philippines. As the images of the horrifying destruction emerge, there is a clear need in accessing localized high-resolution information that can guide communities’ recovery and reconstruction. Responding to this challenge, over 766 volunteers have been activated by the Humanitarian OpenStreetMap Team (HOT) to create baseline geographic data which can be freely used by the Philippine government, donors and partner organizations to support all phases of disaster recovery.

Membangkitkan Generasi Emas Indonesia: Memperluas Wajib Belajar dari 9 Menjadi 12 Tahun

Samer Al-Samarrai's picture

Available in English | Cette page en Français



Belum lama ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengumumkan perpanjangan program wajib belajar dari 9 ke 12 tahun. Dibalik pengumuman ini tersirat keinginan untuk meraup keuntungan dari bonus demografi ini secara maksimal.
 
Beda dengan negara-negara sekawasannya, Indonesia adalah bangsa yang relatif muda; sepertiga dari populasinya dibawah usia 14 tahun. Jika program perpanjangan wajib belajar ini diterapkan dengan sukses, maka penduduk muda tersebut akan mendapat manfaat dari peningkatan akses pendidikan. Anak-anak ini membawa  peluang yang sangat besar. Ketika mereka bergerak menuju pasar tenaga kerja, mereka memiliki potensi untuk meningkatkan pendapatan per-kapita nasional sebelum usia penduduk mengalami penuaan  dan tingkat ketergantungan meningkat. Untuk meraih keuntungan dari bonus demografi ini, generasi yang disebut-sebut “generasi emas” oleh Mendikbud ini harus diberi pendidikan yang lebih baik, dan kesempatan belajar hingga sekolah menengah.

 

Infrastruktur Baru Aceh yang Menakjubkan

David Lawrence's picture

Available in English

Bandar udara baru di Banda Aceh seindah Taj Mahal – terang, dengan lantai marmer yang luas dan kubah yang indah. Kita bisa membayangkan ada sebuah kolam yang indah atau taman…OK, mungkin saya mulai berlebihan. Tapi bagi yang pernah merasakan bandar udara yang lama – mirip terminal bis di kota tua yang ditempeli landasan – pasti bisa mengerti kenapa saya sangat antusias.

Pages