Syndicate content

Indonesia

Dari bukti ke dampak: Menjangkau masyarakat termiskin Indonesia dengan sasaran lebih baik

Maura Leary's picture
Also available in: English



Bukti dan analisis, ketika dipakai dengan baik, bisa menjadi dasar membuat kebijakan yang efektif. Namun,  apa yang terjadi ketika sebuah laporan analitis dipublikasikan dan temuannya disebarluaskan? Pada kasus terburuk, sebuah laporan bisa saja hanya tersimpan sampai berdebu di lemari.
 
Sebaliknya, pada kasus terbaik, bukti yang kuat dan yang disiapkan dengan baik bisa membawa dampak nyata bagi mereka yang kurang beruntung. Belum lama ini kami berusaha mencari tahu bagaimana mempraktikkannya untuk kasus di Indonesia.
 
Bantuan sosial yang efektif merupakan sesuatu yang bukan saja penting untuk membantu masyarakat keluar dari kemiskinan, tapi juga untuk menjaga agar mereka tidak jatuh miskin. Namun sering kali program-program dengan tujuan yang baik tidak menjangkau mereka yang paling memerlukannya. Masyarakat miskin tetap miskin, masyarakat rentan tetap berisiko jatuh ke dalam kemiskinan karena guncangan,, dan ruang fiskal terbuang untuk program-program yang tidak mencapai tujuannya.

From Evidence to Impact: reaching Indonesia’s poorest through better targeting

Maura Leary's picture
Also available in: Bahasa Indonesia



Evidence and analysis, when used well, can form the foundation for effective policymaking. But what happens once an analytical report is published, and the findings are shared? In the worst case, these reports sit collecting dust on a few lucky office shelves.

In the best cases, however, smart, rigorous, and timely evidence leads to real impact for the least well off. We set out recently to find out a bit more about how this can work in practice, looking at the case of Indonesia.
Effective social assistance is crucial not only for helping people move out of poverty, but also keeping people from falling into poverty. Too often, however, well-meaning programs do not reach those who need them the most. The poor stay poor, shocks push the vulnerable into poverty, and fiscal space is wasted on programs that are not doing what they need to do.

Naiknya kesenjangan: Mengapa ketimpangan di Indonesia naik dan apa yang perlu dilakukan?

Matthew Wai-Poi's picture
Also available in: English
In 2014, the richest 10 per cent of Indonesian households consumed as much as the poorest 54 per cent. Image by Google Maps.


Sejak tahun 1990an, ketimpangan di Indonesia naik lebih pesat dibanding negara Asia Timur manapun selain Tiongkok. Pada tahun 2002, konsumsi 10% rumahtangga terkaya setara dengan konsumsi 42% rumahtangga termiskin. Bahkan pada tahun 2014, naik menjadi 54%. Mengapa kita perlu khawatir mengenai tren ini? Apa penyebabnya, dan bagaimana pemerintah yang sekarang bisa mengatasi naiknya ketimpangan? Apa saja yang perlu dilakukan?
 
Ketimpangan tidak selalu buruk;  ketimpangan bisa memberi penghargaan bagi mereka yang bekerja keras dan berani mengambil risiko. Tetapi ketimpangan yang tinggi itu mengkhawatirkan dan bukan hanya karena alasan keadilan. Ketimpangan tinggi bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi, memperparah konflik, dan menghambat potensi generasi sekarang dan masa depan. Contohnya, riset baru mengindikasikan bahwa secara rata-rata, ketika porsi besar pendapatan nasional dinikmati oleh seperlima rumahtangga terkaya, pertumbuhan ekonomi melambat – sementara negara bisa tumbuh lebih cepat ketika seperlima rumahtangga termiskin menerima lebih banyak.

Rising divide: why inequality is increasing and what needs to be done

Matthew Wai-Poi's picture
Also available in: Bahasa Indonesia
In 2014, the richest 10 per cent of Indonesian households consumed as much as the poorest 54 per cent. Image by Google Maps.




Since the 1990s, inequality has risen faster in Indonesia than in any other East Asian country apart from China. In 2002, the richest 10 per cent of households consumed as much as the poorest 42 per cent. By 2014, they consumed as much as the poorest 54 per cent. Why should we be worried about this trend? What is causing it, and how is the current administration addressing rising inequality? And what still needs to be done?

Inequality is not always bad; it can provide rewards for those who work hard and take risks. But high inequality is worrying for reasons beyond fairness. High inequality can impact economic growth, exacerbate conflict, and curb the potential of current and future generations. For example, recent research indicates that, on average, when a higher share of national income goes to the richest fifth of households, economic growth slows—whereas countries grow more quickly when the poorest two-fifths receive more.

Steak, fries and air pollution

Garo Batmanian's picture
 Guangqing Liu
Photo © : Guangqing Liu

While most people link air pollution only to burning fossil fuels, other activities such as agriculture and biomass burning also contribute to it. The complexity of air pollution can be explained by analyzing the composition of the PM2.5, one the most important air pollution indicators. 
 

Ungkapkan suaramu Indonesia! Mengusung akuntabilitas sosial layanan kesehatan

Ali Winoto Subandoro's picture
Also available in: English

 

Untuk mengetahui bagaimana akuntabilitias sosial bisa memperbaiki kualitas layanan kesehatan di Indonesia, silakan kunjungi kawasan perbatasaan di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kejadian ini berlangsung di suatu siang yang panas pada bulan Agustus 2015 di kelurahan Bijaepasu, sekitar enam jam perjalanan darat dari ibukota provinsi NTT, Kupang. Di tengah panasnya udara yang mencapai 40 derajat celcius, antrian manusia melingkari sebuah puskesmas.

Sekelompok ibu dengan bayi mereka juga para manula berdiri sepanjang dinding yang hampir roboh. Antrian panjang bergerak dengan lambat. Petugas kesehatan terlihat kewalahan melayani pasien dan hampir tidak ada peralatan medis yang memadai di puskesmas tersebut.

Speak up and be heard, Indonesia! Championing social accountability in healthcare services

Ali Winoto Subandoro's picture
Also available in: Bahasa Indonesia



To get a full picture of how social accountability can improve the quality of health services in Indonesia, one only has to travel to the border areas in East Nusa Tenggara (NTT) province.  

On a scorching afternoon in August 2015 in Bijaepasu sub-district, a six hour drive from the provincial capital Kupang, a queue was forming in front of the village health center or puskesmas. The crowd seemed undeterred by the temperature that hovered around 40 degrees Celcius.

Leaning against its deteriorating walls were mothers and babies, elderly women and men. The queue was long and slow moving. The health center workers appeared overwhelmed. There were barely any medical equipment or supplies.

Pendidikan Anak Usia Dini di pedesaan, kunci untuk menghidupkan potensi Indonesia

Rosfita Roesli's picture
Also available in: English



“Lima tahun pertama akan sangat menentukan (perkembangan) 80 tahun ke depan,” filantropis dan jutawan Bill Gates, pernah berkata, terkait pentingnya pendidikan anak usia dini (PAUD).

Pendidikan anak usia dini kerap disebut dalam Strategi Pendidikan 2020 Bank Dunia, yang memaparkan agenda 10 tahun ke depan di bidang pendidikan, dengan tujuan “Pembelajaraan untuk Semua”. Dengan moto “investasi awal, investasi yang pintar dan investasi untuk semua,” strategi ini mengatakan bahwa investasi pendidikan anak usia dini akan menopang pembangunan dan pertumbuhan sebuah negara, terutama untuk negara perkenomian berkembang seperti Indonesia.

Early childhood education in rural areas: a key to unleash Indonesia’s potential

Rosfita Roesli's picture
Also available in: Bahasa Indonesia



The first five years have so much to do with how the next 80 turn out,” billionaire philanthropist Bill Gates once said, summing up the importance of early childhood education.

Early education is featured prominently in the World Bank’s Education Strategy 2020, which lays out a ten-year agenda focused on the goal of “learning for all.” With the tagline ‘Invest early, invest smartly, and invest for all,’ the strategy says that an investment in early education will support the development and growth of a nation, particularly for emerging economies such as Indonesia.

Indonesia: Mencoba pendekatan baru untuk memperbaiki manajemen publik agar layanan umum membaik

Zaki Fahmi's picture
Also available in: English
Kabupaten Bojonegoro di Jawa Timur berencana memperbaiki manajemen publik agar layanan umum membaik, termasuk kesehatan ibu.



Di Indonesia masa pasca desentralisasi, sebagian besar tanggung jawab untuk menyediakan layanan publik berada di tangan pemerintah daerah. Begitu juga dengan pengelolaan uang pemerintah. Saat ini pemerintah daerah mengelola hampir setengah dari total keuangan negara. Transfer ke daerah sudah naik tiga kali lipat dalam nilai riil dibanding sejak desentralisasi dimulai.
 
Namun, perbaikan dalam indikator kesehatan dan pendidikan belum bergerak banyak, sehingga hasil dari bertambahnya transfer uang ke daerah tampaknya masih kurang memuaskan.

Pages