Syndicate content

Indonesia

Tujuh tahun kemudian: Mengingat tsunami di Aceh

David Lawrence's picture

Juga tersedia di English

Jumlahnya terus meningkat. Pada awalnya dilaporkan 13.000 jiwa. Keesokan harinya menjadi 25.000. Lalu dilaporkan kembali 58.000. Di penghujung minggu, pada tanggal 1 Januari 2005, jumlah korban tsunami di Asia telah mencapai 122.000. Dan jumlah tersebut terus meningkat, tidak ada satu orang pun yang tahu kapan jumlah tersebut akan berhenti meningkat.

Get the flash player here: http://www.adobe.com/flashplayer

 

 

Seven years on: Remembering the tsunami in Aceh, Indonesia

David Lawrence's picture

Also available in Bahasa

The number just kept getting bigger and bigger. At first it was a staggering 13,000. The next day, over 25,000. And then, 58,000. By the end of the week, on January 1st, 2005, the death toll of the Asian Tsunami had reached 122,000. Yet the number kept climbing, and nobody knew when it would stop. 

Get the flash player here: http://www.adobe.com/flashplayer

 

 

Shoe molds and scuba divers: How natural disasters affect our supply chains

Thomas Farole's picture
Photo courtesy of ianmyles through a Creative Commons license

Available in ภาษาไทย

Like the massive earthquake in Japan earlier this year, the floods in Thailand are again exposing the vulnerabilities of fragmented global supply chains.

Last month, a team of economists from the World Bank’s International Trade Department encountered some flooding side-effects during a visit to the Indonesian production site for ECCO, a Danish company that manufactures footwear. In order to transfer production to the factory in Indonesia, the workers needed the specific shoe molds used in the Thai factory. But there was a problem: The Thai factory was under three meters of water.

แม่พิมพ์รองเท้ากับนักประดาน้ำ: ผลกระทบจากภัยพิบัติทางธรรมชาติต่อห่วงโซ่อุปทาน

Thomas Farole's picture
ภาพภ่ายโดย iamyles ผ่านการใช้ลิขสิทธิ์จากครีเอทีฟคอมมอนส์

ยังมีอีกที่: English

เช่นเดียวกับแผ่นดินไหวครั้งรุนแรงที่ญี่ปุ่นเมื่อต้นปี ภาวะน้ำท่วมในประเทศไทยได้ตอกย้ำให้เห็นอีกครั้งถึงความเปราะบางของห่วงโซ่อุปทานสินค้าของโลกที่แบ่งกระจัดกระจายอยู่ตามประเทศหรือภูมิภาคต่างๆ

เมื่อเดือนที่แล้ว ทีมนักเศรษฐศาสตร์จากแผนกการค้าระหว่างประเทศ (International Trade Department) ของธนาคารโลกได้พบเห็นปัญหาบางประการอันเป็นผลข้างเคียงจากภาวะน้ำท่วมดังกล่าวในระหว่างการเยือนโรงงานผลิตรองเท้าที่ประเทศอินโดนีเซียของบริษัทเอ็คโคจากเดนมาร์ก ในการที่จะย้ายการผลิตไปยังโรงงานที่อินโดนีเซียนั้น คนงานจำเป็นต้องใช้แม่พิมพ์รองเท้าแบบเฉพาะที่ใช้ในโรงงานที่ประเทศไทย แต่ปัญหาคือ โรงงานไทยกำลังจมอยู่ใต้น้ำระดับสามเมตร

Our home, our village, we shall rebuild it

Nugroho Nurdikiawan Sunjoyo's picture

Available in Bahasa

In September this year I visited a number of communities in Yogyakarta, in Java, Indonesia, who were rebuilding their lives and homes after experiencing a series of natural disasters. The reconstruction process which I saw is perhaps in example of post-disaster community participation at their best.

Our home, our village, we shall rebuild it

Rumah kami, desa kami, kami akan bangun kembali

Nugroho Nurdikiawan Sunjoyo's picture

Juga tersedia di English

Pada bulan September tahun ini, saya mengungjungi masyarakat beberapa desa di Yogyakarta yang tengah membangun kembali rumah dan kehidupan mereka setelah mengalami serangkaian bencana alam. Pembangunan kembali yang saya lihat merupakan contoh bagaimana masyarakat bisa berpartisipasi dalam situasi pasca bencana.

Rumah kami, desa kami, kami akan bangun kembali

Saya mau anak saya belajar di sekolah seperti ini

Nugroho Nurdikiawan Sunjoyo's picture
Orangtua dan masyarakat akan semakin mendukung sekolah kalau memiliki informasi mengenai sumberdaya sekolah.

Juga tersedia di English

Bertahun-tahun yang lalu, saat saya masih di bangku sekolah, interaksi antara orangtua saya dengan sekolah terbatas hanya saat pembagian raport, juga beberapa kali saat saya sedang bermasalah. Itu saja. Meski anak saya baru berumur satu setengah tahun, saya sudah mulai mencari-cari sekolah yang cocok dan kalau bisa saya tidak mau ia belajar di sekolah seperti saya dulu.

I want my children to go to this kind of school

Nugroho Nurdikiawan Sunjoyo's picture
Parents and community members are more willing to support a school from having full knowledge about the school's resources.

Available in Bahasa

Years and years ago, when I was still in school, the interaction my parents had with the school was only during report card day, and perhaps the odd times I got into trouble. That was it. Although my son is only a year and a half old, I’ve been on the lookout for a school and I would rather not have him study at the type of school I went to.

Indonesia: Hacking for Humanity

Stuart Gill's picture

It has been another inspiring and exciting weekend of 'hacking for humanity' at the 3rd bi-annual Random hacks of Kindness (RHoK). On 4-5 December, the Australia-Indonesia Facility for Disaster Reduction (AIFDR) alongside other partners including the Bank hosted the Jakarta-leg of Random Hacks of Kindness. This global event brought together disaster risk managers and over a thousand software engineers (the hackers) to 21 locations around the world for a 48-hour “hackathon”. During the event teams of hackers developed practical software solutions to reduce the impact of natural disasters and help save lives.

Pages