Syndicate content

Clean cooking

Percontohan di Indonesia menarik minat wirausahawan untuk membawa teknologi memasak yang sehat dan hemat energi ke rumah tangga

Yabei zhang's picture
Also available in: English


Bapak Kris mengelola pabrik penghasil pelet yang terletak di dekat kota Boyolali, Jawa Tengah. Sejak pabrik dibentuk, ia telah berpikir untuk merambah pasar domestik — meskipun sampai saat ini pelet produksinya diutamakan untuk ekspor — dikarenakan mulai redanya antusiasme pasar global. Ketika Bapak Kris mendapat informasi bahwa Program Inisiatif Tungku Sehat Hemat Energi (TSHE) / Clean Stove Initiative (CSI) Indonesia telah meluncurkan program percontohan Pembiayaan Berbasis Hasil (PBH), ia pun ikut mendaftar dan berpartisipasi dalam program tersebut.

Ia menggabungkan wawasannya tentang pasar pelet lokal dengan insentif yang diberikan program percontohan untuk mengembangkan jaringan distribusi dan menguji TSHE berbasis pelet buatannya. Setiap tungku yang dijual dilengkapi 1 kilo pelet kayu yang perusahaannya berikan secara cuma-cuma. Dengan pengalamannya bergabung dalam program percontohan PBH, Pak Kris melihat adanya potensi pasar tungku masak yang bersih dan efisien. Ia berencana terus menjual TSHE dengan harapan suatu saat dapat mendirikan pabrik pelet miliknya sendiri. 

Indonesia pilot attracts entrepreneurs’ appetite to bring clean cooking technologies to households

Yabei zhang's picture
Also available in: Bahasa Indonesia



Bapak Kris manages a pellet production factory, located just outside Boyolali City in Central Java. Since its founding, he has started considering the domestic market- despite the fact that the produced pellets have mainly been for export- as the global markets have begun to cool down. When Bapak Kris learned that the Indonesia Clean Stove Initiative (CSI) had launched its Results-Based Financing (RBF) pilot in the Province, he registered and participated in the pilot. 

He combined his knowledge of the local pellet market with the pilot program incentives to expand his distribution network and test new pellet-based clean stoves. With each stove sold, the company provided the consumer 1 kg of wood pellets free of charge. With the experience of participating in the RBF pilot, Pak Kris sees the potential of the clean cooking market. He plans to continue selling clean stoves and hopes to set up his own pellet factory.