Syndicate content

rekonstruksi

Indonesia: Kembali ke Aceh di tengah harapan bagi perdamaian dan kesejahteraan

Dini Djalal's picture

Available in English

Saya pertama kali berkunjung ke Aceh pada Agustus 1998, empat bulan setelah mantan Presiden Soeharto meletakkan jabatannya. Saat itu adalah puncak gerakan Reformasi di Indonesia, dan banyak wartawan yang mengira bahwa masih dibutuhkan izin kunjungan untuk pergi ke Aceh, seperti yang memang dibutuhkan selama beberapa dekade. Saya dan rekan saya berkunjung sebagai “wisatawan”. Warisan penindasan memang masih banyak tersisa di banyak desa: runtuhan rumah-rumah, sekolah-sekolah yang tutup dan rumah tangga yang dikepalai oleh janda-janda. Kemiskinan tidak dapat dihindari: kekerasan dan pertumbuhan ekonomi hampir tidak pernah berjalan bersama.