Syndicate content

Membuat 'masalah masyarakat' menjadi 'masalah pemerintah': Refleksi seorang mantan Bupati di Indonesia

Suyoto's picture
Also available in: English
 
Dulu mengurus izin usaha menjadi masalah bagi masyarakat Bojonegoro, tetapi sekarang sudah jauh lebih mudah. Foto: Jerry Kurniawan/World Bank


Tantangan desentralisasi

Tujuh belas tahun yang lalu, Indonesia mengawali desentralisasi yang dilakukan secara besar-besaran. Hanya dalam waktu singkat, tanggung jawab untuk melaksanakan banyak layanan publik  dialihkan ke pemerintah daerah. Ini dilakukan dengan harapan bahwa desentralisasi akan menciptakan pemerintah daerah yang lebih dinamis dan responsif terhadap masalah-masalah yang dihadapi masyarakat setempat. Namun, hasil yang diharapkan belum dapat terealisasi di banyak tempat.

Dalam pandangan saya, faktor pendorong utama dari hasil yang belum optimal adalah pendekatan pemerintah pusat dalam mengatur pemerintah daerah. Dalam lingkungan yang terdesentralisasi, pemerintah pusat memiliki peran yang sah sebagai regulator dalam menetapkan standar pemberian layanan atau prosedur manajemen keuangan. Akan tetapi, dalam praktiknya, pemerintah pusat lebih memberi fokus dalam mengendalikan masukan dan proses, hanya sedikit perhatian yang diberikan pada akuntabilitas hasil. Pendekatan ini menghasilkan semakin bertambahnya peraturan-peraturan yang membatasi dan birokrasi yang kurang percaya diri, sehingga menyulitkan para pimpinan daerah untuk menanggapi masalah-masalah yang dihadapi masyarakat.

Decoding development: Insights from Singapore’s Economic Development Board

Kelvin Wong's picture

Singapore’s transformation into a trade and finance hub that leads global rankings of competitiveness often prompts observers to ask: What is its secret sauce?  We at the Singapore Hub for Infrastructure and Urban Development asked Kelvin Wong, Assistant Managing Director of Singapore’s Economic Development Board, or EDB, to share with us the country’s journey in developing its logistics sector, considered among the world’s most competitive and innovative.

Menjaga pembangunan Indonesia dari semakin bertambahnya risiko bencana

Jian Vun's picture
Also available in: English
 
Permukiman baru di kabupaten Sleman pasca-letusan Gunung Merapi.

Bayangkan bila Anda tinggal dekat salah satu dari 127 gunung berapi aktif di Indonesia, dengan kekhawatiran letusan berikutnya bisa membahayakan keluarga Anda. Bayangkan rumah Anda berada di salah satu zona seismic paling aktif di dunia, atau bahwa keluarga Anda tinggal di salah satu dari 317 daerah dengan risiko banjir yang tinggi. Ini adalah kenyataan yang sudah dihadapi setidaknya 110 juta penduduk Indonesia, dan lebih banyak lagi bisa terkena dampak akibat urbanisasi, perubahan iklim, dan penurunan permukaan tanah.
 
Negara ini dikenal memiliki 'toko serba ada' bahaya bencana. Selama dua puluh tahun terakhir saja, pemerintah Indonesia mencatat lebih dari 24.000 peristiwa bencana yang menyebabkan 190.500 korban jiwa, memuat hampir 37 juta orang mengungsi, dan merusak lebih dari 4,3 juta rumah. Kerugian total dari bencana tersebut mencapai hampir $28 miliar, atau sekitar 0,3% dari PDB nasional setiap tahun.

Safeguarding Indonesia’s development from increasing disaster risks

Jian Vun's picture
Also available in: Bahasa Indonesia
 
New settlements in Sleman district post-eruption of Mt. Merapi.


Imagine that you live near one of 127 active volcanoes in Indonesia, threatened by the next eruption that could endanger your family. Imagine that your house stands in one of the most seismically-active zones in the world, or that your family lives in one of the 317 districts with high risks of flooding. This is a reality that at least 110 million Indonesians already face, and more could be affected due to the impacts of urbanization, climate change and land subsidence.

The country is known as having a ‘supermarket’ of disaster hazards. Over the past twenty years alone, the Indonesian government recorded over 24,000 disaster events that caused 190,500 fatalities, displaced almost 37 million people, and damaged over 4.3 million houses. The combined losses of these disasters totaled almost $28 billion, or around 0.3% of national GDP annually.

Fighting HIV effectively, efficiently in Malaysia

Sutayut Osornprasop's picture
A man taking methadone, a synthetic opioid drug that treats heroin addition, at a voluntary treatment center for people who inject drugs in Kuala Lumpur. (Photo: Sutayut Osornprasop/World Bank)


Working in public health brings me close to the stories of brave patients and dedicated medical staff. Very often we also conduct quantitative and qualitative assessments of case studies. In recent years, our work in Malaysia engages a public health concern that has gripped the world – HIV. Our findings have given us hope of winning the fight against the disease.
 

世界银行和上海携手三十载解决最紧迫水问题

Sing Cho's picture
版本:English

城市以惊人的速度增长,把世界面貌改变得难以辨认。有史以来首次,城市人口超过半数,达到55%。到2050年,城市人口比例将达到68%。城市的快速增长催生了不断蔓延的特大城市,其中很多位于亚洲和非洲。

最能体现这一趋势的城市或许就是上海。1990年,上海主要还是个工业中心,人口1300万。到2016年,人口暴增到2400万,使得上海成为世界最大的大都市地区之一,也成为中国的金融和经济中心。 
 
上海  — 一个最能体现城市化趋势的城市

A Catalyst for Green Financing in Indonesia

Philippe H. Le Houérou's picture



It is an unfortunate but fact of life that Indonesia often deals with the impacts of natural disasters. It was sadly evident again this week when I arrived in Jakarta to the unfolding disaster caused by the earthquake in Lombok, West Nusa Tenggara. My condolences go out to the families and friends of those who lost their lives.

While scientists are reluctant to say a specific natural disaster is caused by climate change, they say a changing climate is resulting in more extreme events around the world. That’s why at International Finance Corporation (IFC), the largest global organization working with the private sector in emerging markets, finding new avenues for climate financing is a key priority.

Green bonds offer a pathway. The world is witnessing a rapid growth in green bonds, dramatically increasing the flow of capital to green projects and bringing new financiers into the climate smart investment space.

Сэтгэлийн хат болон хувь хүний ур чадварыг тив дамнан хөгжүүлэх нь

Rentsenkhand “Handaa” Enkh-Amgalan's picture
Also available in: English | Français
©2014 David Waldorf/World Bank  
Жаахан хүүхэд байхдаа би хэдэн жилийн туршид Улаанбаатар хотын захад байрлах тариалангийн талбайд ах эгчтэйгээ хүнсний ногоо тарихад нь ээждээ тусалж өссөн. Өдөр шөнийг үл харгалзан намрын бүтэн ургацын төлөө хичээнгүйлэн ажиллах ээжийгээ хараад би хөгжиж буй оронд эмэгтэй агрономич байх ямар их сорил байхын зэрэгцээгээр ямар агуу үр шимтэй ажил болохыг ойлгосон. Дөрвөн хүүхдээ өсгөж хүмүүжүүлж гэрийн ажлаа зохицуулахын зэрэгцээгээр ээж маань Монголын эрс тэс уур амьсгал болоод талбайн тонуул, хэрэглээний багж, хөдөө аж ахуйн үйлчилгээний дутагдмал байдал зэрэг ямар ч саадтай нүүр тулсан бууж өгөлгүй тэмцсээр ирсэн.

Mengapa pembangunan Malaysia perlu disingkap di sebalik angka purata

Richard Record's picture
Also available in: English
Sedang Malaysia menghampiri status negara berpendapatan tinggi, ia perlu peka akan aspek pembangunan yang lebih luas tetapi tidak tercakup dalam angka pertumbuhan GDP.
Foto: Getty Images/Anadolu Agency


Malaysia sebuah negara yang cukup cemerlang bersandarkan pelbagai ukuran pencapaiannya, begitu menurut Growth Commission, yang mengetengahkan Malaysia sebagai antara ekonomi paling pantas membangun di dunia. Malaysia telah beralih daripada sebuah ekonomi berpendapatan rendah dan berorientasikan pertanian kepada ekonomi moden yang berteraskan perdagangan, malah bakal mencecah status ekonomi berpendapatan tinggi dalam hanya beberapa tahun saja lagi. Dari sudut pandangan kasar pakar ekonomi, rata-rata menganggap Malaysia sedang pesat membangun. Pertumbuhan tercatat tinggi, yakni pada 5.9% tahun lepas dengan unjuran setinggi 5.4% tahun ini, sedangkan inflasi pula rendah, iaitu hanya 1.8% setakat Mei 2018. Pendapatan juga tercatat tinggi, bahkan bakal melepasi nilai AS$12,055 yang menandakan Malaysia telah berjaya keluar daripada perangkap status pendapatan sederhana.

应用颠覆性技术,重塑城市未来

Wanli Fang's picture
Also available in: English



生活在北京这样一座飞速现代化的城市,我的日常生活在几十年前的人看来就像是一部科幻电影。我用智能手机购买日用品、付餐费、拍照、搭乘地铁以及在陌生的地方导航。

数字技术颠覆了城市发展模式,也改变了人们的日常生活。我常常会想:颠覆性技术将如何重塑城市特别是新兴经济体城市的未来?

Pages