Syndicate content

Bahasa Indonesia

Memperkaya racikan penelitian di tingkat sub-nasional melalui Open Data

Available in English

Merupakan kesalahan besar untuk membuat teori sebelum memiliki data. Karena kita akan mulai memutarbalikkan fakta agar sesuai dengan teori, dan bukannya teori agar sesuai dengan fakta – Sherlock Holmes.”
 

Membangkitkan Generasi Emas Indonesia: Memperluas Wajib Belajar dari 9 Menjadi 12 Tahun

Samer Al-Samarrai's picture

Available in English | Cette page en Français



Belum lama ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengumumkan perpanjangan program wajib belajar dari 9 ke 12 tahun. Dibalik pengumuman ini tersirat keinginan untuk meraup keuntungan dari bonus demografi ini secara maksimal.
 
Beda dengan negara-negara sekawasannya, Indonesia adalah bangsa yang relatif muda; sepertiga dari populasinya dibawah usia 14 tahun. Jika program perpanjangan wajib belajar ini diterapkan dengan sukses, maka penduduk muda tersebut akan mendapat manfaat dari peningkatan akses pendidikan. Anak-anak ini membawa  peluang yang sangat besar. Ketika mereka bergerak menuju pasar tenaga kerja, mereka memiliki potensi untuk meningkatkan pendapatan per-kapita nasional sebelum usia penduduk mengalami penuaan  dan tingkat ketergantungan meningkat. Untuk meraih keuntungan dari bonus demografi ini, generasi yang disebut-sebut “generasi emas” oleh Mendikbud ini harus diberi pendidikan yang lebih baik, dan kesempatan belajar hingga sekolah menengah.

 

Indonesia: Kembali ke Aceh di tengah harapan bagi perdamaian dan kesejahteraan

Dini Djalal's picture

Available in English

Saya pertama kali berkunjung ke Aceh pada Agustus 1998, empat bulan setelah mantan Presiden Soeharto meletakkan jabatannya. Saat itu adalah puncak gerakan Reformasi di Indonesia, dan banyak wartawan yang mengira bahwa masih dibutuhkan izin kunjungan untuk pergi ke Aceh, seperti yang memang dibutuhkan selama beberapa dekade. Saya dan rekan saya berkunjung sebagai “wisatawan”. Warisan penindasan memang masih banyak tersisa di banyak desa: runtuhan rumah-rumah, sekolah-sekolah yang tutup dan rumah tangga yang dikepalai oleh janda-janda. Kemiskinan tidak dapat dihindari: kekerasan dan pertumbuhan ekonomi hampir tidak pernah berjalan bersama.

Perlu pencarian terobosan inovasi, kirim ide anda sekarang

Jean-Louis Racine's picture

Available in English

Henry Ford pernah berkata, ketika ia bertanya kepada para konsumen apa yang mereka mau, mereka menjawab kuda yang lebih cepat. Andai saja ia mendengar permintaan konsumennya, mungkin saja Ford Motor Company tidak akan pernah ada, atau ada tetapi dengan nama Ford Faster Horse Company. Pada saat itu mobil menjadi apa yang disebut “pencarian terobosan inovasi”, yang berarti secara radikal menggantikan teknologi yang ada (kuda dan kereta kuda), tidak dengan mendengar permintaan sebagian besar konsumen tapi mencoba mencari tahu kebutuhan mereka yang sebenarnya.

Menjawab Tantangan Reformasi: Melakukan Bisnis di Indonesia

Katerina Leris's picture

Available in English

Ambisius dan naik pesat – kata-kata ini secara tepat menggambarkan Indonesia yang modern. Di tengah melambatnya ekonomi global, pada tahun 2009 Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat ketiga di antara negara G-20 dan terus menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang kuat, dengan proyeksi pertumbuhan sebesar 6,4% pada tahun 2012. Meningkatkan daya saing ekonomi dengan menciptakan iklim bisnis yang lebih kondusif merupakan salah satu prioritas Indonesia untuk tahun 2010-2014.

Like other cities in Indonesia, Banda Aceh has made strides in many areas measured.

Tujuh tahun kemudian: Mengingat tsunami di Aceh

David Lawrence's picture

Juga tersedia di English

Jumlahnya terus meningkat. Pada awalnya dilaporkan 13.000 jiwa. Keesokan harinya menjadi 25.000. Lalu dilaporkan kembali 58.000. Di penghujung minggu, pada tanggal 1 Januari 2005, jumlah korban tsunami di Asia telah mencapai 122.000. Dan jumlah tersebut terus meningkat, tidak ada satu orang pun yang tahu kapan jumlah tersebut akan berhenti meningkat.

Get the flash player here: http://www.adobe.com/flashplayer

 

 

Rumah kami, desa kami, kami akan bangun kembali

Nugroho Nurdikiawan Sunjoyo's picture

Juga tersedia di English

Pada bulan September tahun ini, saya mengungjungi masyarakat beberapa desa di Yogyakarta yang tengah membangun kembali rumah dan kehidupan mereka setelah mengalami serangkaian bencana alam. Pembangunan kembali yang saya lihat merupakan contoh bagaimana masyarakat bisa berpartisipasi dalam situasi pasca bencana.

Rumah kami, desa kami, kami akan bangun kembali

Saya mau anak saya belajar di sekolah seperti ini

Nugroho Nurdikiawan Sunjoyo's picture
Orangtua dan masyarakat akan semakin mendukung sekolah kalau memiliki informasi mengenai sumberdaya sekolah.

Juga tersedia di English

Bertahun-tahun yang lalu, saat saya masih di bangku sekolah, interaksi antara orangtua saya dengan sekolah terbatas hanya saat pembagian raport, juga beberapa kali saat saya sedang bermasalah. Itu saja. Meski anak saya baru berumur satu setengah tahun, saya sudah mulai mencari-cari sekolah yang cocok dan kalau bisa saya tidak mau ia belajar di sekolah seperti saya dulu.