Syndicate content

pendidikan

Ketika Anak-Anak Membantu Sesama

Mateo Fernandez's picture
Also available in: English



Halo, nama saya Mateo. Umur saya 9 tahun. Tiap malam Ibu selalu membacakan cerita. Katanya di dunia ini ada anak-anak yang beruntung karena lahir dari keluarga mampu, ada pula yang tidak. Menurut Ibu saya termasuk di antara mereka yang beruntung. Ibu bekerja membantu sebuah program yang diberi nama Program Keluarga Harapan. Program ini membantu mengajarkan para ibu dari keluarga tidak mampu bagaimana mendidik anak-anaknya. Ibu dari keluarga tidak mampu harus bekerja ekstra keras, karena mereka mau anak-anaknya punya masa depan yang lebih baik.
 

Membangkitkan Generasi Emas Indonesia: Memperluas Wajib Belajar dari 9 Menjadi 12 Tahun

Samer Al-Samarrai's picture

Available in English | Cette page en Français



Belum lama ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengumumkan perpanjangan program wajib belajar dari 9 ke 12 tahun. Dibalik pengumuman ini tersirat keinginan untuk meraup keuntungan dari bonus demografi ini secara maksimal.
 
Beda dengan negara-negara sekawasannya, Indonesia adalah bangsa yang relatif muda; sepertiga dari populasinya dibawah usia 14 tahun. Jika program perpanjangan wajib belajar ini diterapkan dengan sukses, maka penduduk muda tersebut akan mendapat manfaat dari peningkatan akses pendidikan. Anak-anak ini membawa  peluang yang sangat besar. Ketika mereka bergerak menuju pasar tenaga kerja, mereka memiliki potensi untuk meningkatkan pendapatan per-kapita nasional sebelum usia penduduk mengalami penuaan  dan tingkat ketergantungan meningkat. Untuk meraih keuntungan dari bonus demografi ini, generasi yang disebut-sebut “generasi emas” oleh Mendikbud ini harus diberi pendidikan yang lebih baik, dan kesempatan belajar hingga sekolah menengah.

 

Saya mau anak saya belajar di sekolah seperti ini

Nugroho Nurdikiawan Sunjoyo's picture
Orangtua dan masyarakat akan semakin mendukung sekolah kalau memiliki informasi mengenai sumberdaya sekolah.

Juga tersedia di English

Bertahun-tahun yang lalu, saat saya masih di bangku sekolah, interaksi antara orangtua saya dengan sekolah terbatas hanya saat pembagian raport, juga beberapa kali saat saya sedang bermasalah. Itu saja. Meski anak saya baru berumur satu setengah tahun, saya sudah mulai mencari-cari sekolah yang cocok dan kalau bisa saya tidak mau ia belajar di sekolah seperti saya dulu.