Syndicate content

Memperkaya racikan penelitian di tingkat sub-nasional melalui Open Data

Available in English

Merupakan kesalahan besar untuk membuat teori sebelum memiliki data. Karena kita akan mulai memutarbalikkan fakta agar sesuai dengan teori, dan bukannya teori agar sesuai dengan fakta – Sherlock Holmes.”
 

Terdapat sebuah perubahan besar bagi mereka yang bekerja dalam isu pembangunan daerah di Indonesia. Data komprehensif di tingkat daerah sekarang tersedia untuk umum melalui INDO-DAPOER (Indonesia Data for Policy and Economics Research) di data.worldbank.org. DAPOER – yang secara harafiah merupakan tempat memasak – diharapkan dapat menjadi wadah untuk meracik berbagai data yang selanjutnya diolah menjadi produk analisis, seperti hasil-hasil penelitian maupun nota kebijakan.

INDO-DAPOER adalah database pertama di tingkat sub-nasional dari Bank Dunia yang berisi data di tingkat provinsi dan kabupaten yang dapat diakses dari manapun. Database ini menyediakan akses ke sekitar 200 indikator dari hampir 500 kabupaten di 34 provinsi di Indonesia sejak tahun 1990-an, bahkan 1980-an untuk beberapa jenis data. Indikator yang tersedia dikelompokkan menjadi empat kategori: fiskal, ekonomi, sosial demografi, dan infrastruktur. Indikator-indikator tersebut bervariasi mulai dari pendapatan dan belanja pemerintah daerah, PDB regional, hingga ke indikator spesifik di bidang pendidikan, kesehatan, serta infrastruktur seperti angka partisipasi sekolah di tingkat SMP, tingkat imunisasi, serta akses rumahtangga terhadap sanitasi.

Permintaan data di tingkat daerah yang semakin tinggi menjadi dorongan utama dibuatnya INDO-DAPOER. Sejak Indonesia melaksanakan sistem desentralisasi pada tahun 2001, terdapat banyak penelitian dan studi terfokus pada isu ini yang bertujuan untuk memantau perkembangan desentralisasi serta mendapatkan pemahaman lebih dalam terhadap isu-isu pembangunan daerah secara umum. Hal ini membuat kebutuhan akan data yang memiliki kredibilitas, konsistensi, dan lengkap, di tingkat daerah semakin mendesak. Kebutuhan akan database sub-nasional sebagai rujukan inilah yang membuat tim Pembangunan dan Kebijakan Sub-nasional di Bank Dunia Jakarta sejak beberapa tahun lalu mulai mengumpulkan, menggabungkan serta memperbaharui data-data yang relevan. Kerjasama dengan Tim Open Data World Bank di Washington D.C. membawa INDO-DAPOER ke tingkat yang lebih tinggi, khususnya dalam menstandarisasi format data dan membantu memberikan wadah untuk akses publik.

INDO-DAPOER pada akhirnya bertujuan untuk memberikan kontribusi pada pengembangan pengetahuan masyarakat terhadap isu-isu pembangunan daerah di Indonesia, serta membantu memantau proses desentralisasi. Pelajar, mahasiswa, akademisi, peneliti, dan banyak pihak lain bisa menggunakan data dari INDO-DAPOER untuk kegiatan riset dan studinya. Selain itu, masyarakat, LSM, sektor swasta, dan pembuat kebijakan juga bisa menggunakan INDO-DAPOER melalui tampilan online yang mudah dinavigasi untuk memeriksa fakta dan data yang mereka perlukan, sehingga ikut mendukung transparansi dan akuntabilitas. Contohnya, sebuah scatterplot pada tahun 2008 menunjukkan terdapat korelasi negatif antara PDB per kapita dengan tingkat kemiskinan di daerah; contoh lain pengguna bisa melihat adanya peningkatan sebesar dua kali lipat pada transfer dari pemerintah pusat ke daerah sejak desentralisasi dimulai, namun tidak diimbangi dengan kemajuan yang pesat pada pelayanan publik di daerah. Hal ini tentunya mengindikasikan adanya isu efisiensi pada belanja pemerintah daeah.

INDO-DAPOER dapat diakses melalui link ini pada database Bank Dunia. Data baru akan terus ditambah sesuai ketersediaan. Masukan untuk perbaikan akan diterima secara terbuka. Untuk informasi lebih lanjut mengenai data dapat diperoleh melalui email ke tim INDO-DAPOER di ihapsari@worldbank.org atau atuwo1@worldbank.org.

 

Comments

Submitted by DEDY SUHENDRI on

Yup, memang ini yang kita dorong untuk di realisasikan kepada siapa pun, berharap pemikiran ini menjadi pemompa semangat pemuda dalam mengali,meneliti,mencermati bidang apapun. Peluang bagi siapapun sangat terbuka. Good job guys !

Submitted by Benfrizs on

Saya sangat senang, akhirnya Worldbank bisa membuat informasi mengenai daerah semakin terbuka. Bagi saya yang sedang mengikuti pendidikan S2, hal ini sangat membantu sekali. Apalagi walau di era keterbukaan ini, masih banyak pemda yang tidak mau membuka akses APBDnya. Saya sudah melihat isi informasi ini, walau masih banyak yang kosong, tapi setidaknya ini langkah awal menuju hal yang lebih baik. Akhir kata, thanks a lot guys !!!!

Submitted by Djonet Santoso on

Great, ini dia yg kami perlukan utk riset semoga mudah diakses dan mutakhir. Makasih teman2.

Submitted by Rosidi on

terimakasih..semoga data - datanya juga sudah melalui mekanisme validasi di lapangan..

Submitted by rumayya on

terima kasih. ini sangat berguna bagi riset saya. sedikit koreksi Sumba Timur seharusnya Kabupaten, tp di database masuk sebagai Kota.