Syndicate content

November 2018

Mengapa Disruptive Technologies Penting untuk Perumahan Terjangkau: Kasus di Indonesia

Dao Harrison's picture
Also available in: English

  The Case of Indonesia

Big Data. Blockchain. Drone. E-Wallets. Kecerdasan Buatan (Intelegensi Artifisial).
Istilah-istilah tersebut biasanya dibahas dalam sebuah konferensi yang paling baru di Silicon Valley, bukan dalam sebuah diskusi mengenai tantangan pada perumahan terjangkau di Indonesia. Namun instilah tersebut berdengung diantara para peserta yang mengikuti acara lokakarya tentang Teknologi Disruptif untuk Perumahan Terjangkau (Disruptive Technologies Workshop for Affordable Housing) di Jakarta pada tanggal 17 September 2018. Acara ini diselenggarakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan dukungan dari Bank Dunia melalui program National Affordable Housing Program (NAHP), dihadiri oleh 150 peserta yang terdiri dari Organisasi Perangkat Dearah (OPD), Pengembang, Bank, dan organisasi kemasyarakatan. Lokakarya ini bertujuan untuk membahas suatu pertanyaan besar yaitu: Bagaimana Indonesia dapat memanfaatkan kekuatan disruptive technologies untuk mengubah kondisi & permasalahan perumahannya?