Perlu pencarian terobosan inovasi, kirim ide anda sekarang

This page in:

Available in EnglishImage

Henry Ford pernah berkata, ketika ia bertanya kepada para konsumen apa yang mereka mau, mereka menjawab kuda yang lebih cepat. Andai saja ia mendengar permintaan konsumennya, mungkin saja Ford Motor Company tidak akan pernah ada, atau ada tetapi dengan nama Ford Faster Horse Company. Pada saat itu mobil menjadi apa yang disebut “pencarian terobosan inovasi”, yang berarti secara radikal menggantikan teknologi yang ada (kuda dan kereta kuda), tidak dengan mendengar permintaan sebagian besar konsumen tapi mencoba mencari tahu kebutuhan mereka yang sebenarnya.

Ini adalah pendekatan yang sedang dilakukan Bank Dunia di Indonesia: mencoba mencari tahu apa sebenarnya kebutuhan energi ramah lingkungan masyarakat desa dengan memahami masalah energi yang mereka hadapi, bukan dengan bertanya teknologi apa yang mereka inginkan. Indonesia Green Innovation Pilot Program merupakan prototipe pendekatan baru untuk mengembangkan ‘pencarian terobosan inovasi’. Tahap pertama program diluncurkan minggu ini,yaitu melakukan identifikasi berbagai kemungkinan tantangan – atau masalah – yang dihadapi masyarakat desa dalam hal energi. Masih dalam kerangka berpikir pencarian terobosan inovasi, program ini tidak dimulai dengan melakukan riset permintaan pasar atau survei solusi energi ramah lingkungan yang tersedia, tapi mencari tahu kebutuhan energi yang sudah terungkap maupun yang belum, serta yang benar-benar berdampak pada kehidupan sehari-hari masyarakat desa. Hal ini dilakukan dengan tiga cara: pertama, melalui riset lapangan oleh tim perancang dari Inotek dan Catapult Design; kedua, konsultasi melalui workshop dengan masyarakat desa juga di Jakarta; ketiga, “menjawab tantangan” dimana program menggunakan pendekatan crowdsourcing untuk mengumpulkan masalah energi yang dihadapai masyarakat desa. Bila Anda tertarik dengan masalah energi bagi masyarakat perdesaan di Indonesia, program ini mengajak untuk mengirimkan tantangan melalui website ini.

Jadi mengapa program ini diawali dengan mengidentifikasi masalah? Mengapa tidak langsung bertanya kepada masyarakat, produk energi bersih apa yang mereka inginkan? Atau mengapa tidak bertanya kepada sektor bisnis energi bersih, produk apa yang paling diminati? Program ini pertama-tama memberi fokus pada mengidentifikasi kebutuhan karena pencarian terobosan inovasi tidak dicapai dengan mendengarkan pendapat orang, tetapi dengan mencari tahu apa yang sebenarnya mereka perlukan. Yang unik dari inovasi hijau terutama di negara berkembang, yang menjadi sasaran adalah pasar yang kurang terlayani oleh industri – karena industri lebih fokus memenuhi keinginan pelanggan mereka – namun negara berkembang memiliki kebutuhan yang besar. Manfaat pasar hijau juga tidak terbatas pada pertumbuhan yang ramah lingkungan, tapi juga bagus untuk bisnis. Contoh klasik adalah tungku ramah lingkungan, yang bisa menghemat bahan bakar dan bermanfaat bagi kesehatan konsumen, membawa keuntungan bagi produsen, dan berkurangnya emisi karbon bagi semua. Pasar yang besar ini kurang terlayani, kurang menarik, tapi merupakan lingkungan yang tepat bagi “pencarian terobosan inovasi”. Pencarian terobosan inovasi terjadi ketika sebuah hal baru memberikan solusi yang “cukup baik” bagi sekelompok konsumen yang kurang terlayani, kemudian pasar tersebut berkembang menggantikan pasar yang sudah ada.

Ini membuat kita berpikir bahwa kebijakan inovasi hijau harus bisa meningkatkan pencarian terobosan inovasi. Serta pencarian terobosan inovasi cocok bagi negara berkembang dengan kapasitas iptek yang terbatas karena dari pengalaman, pencarian terobosan inovasi biasanya menerapkan teknologi yang ada ke pasar baru.

Langkah-langkah berikut dari program di Indonesia mencakup mengidentifikasi peluang pasar dari tantangan yang ada, serta berkolaborasi dengan mitra pasar untuk merancang solusi yang efektif. Program ini akan mendokumentasi tiap langkap untuk memetik pelajaran agar skalanya dapat diperluas di Indonesia dan negara lain.

(Blog ini telah diedit agar istilah 'disruptive' diterjemahkan secara lebih tepat.)


Authors

Jean-Louis Racine

Senior Private Sector Specialist

Join the Conversation

The content of this field is kept private and will not be shown publicly
Remaining characters: 1000